Friday, November 17, 2006

ABOUT DENNY


Dear All,Temanmu yang bernama Denny Suhendar Sastraatmaja ini lahir di Jakarta sebagai pria manis, lucu, imut, dan menggemaskan [ketika masih bayi tentunya] pada tanggal 4 Sep 1965. Seperti kebanyakan orang di dunia, gue juga sangat bangga dengan kedua orang tua yang telah merawat, membesarkan, menjaga, dan membimbing saya sejak kecil hingga beranjak dewasa. Kedua orang tua gue adalah manusia yang paling mencintai aku dengan tulus dan tidak pernah luntur sepanjang masa. Mereka manusia yang paling bisa mengerti dan memahami gue tanpa pamrih. Bersyukur gue bisa memiliki orang tua seperti mereka. Thanks God.

Bagi teman-teman yang mungkin lupa dimana mengenal gue, mungkin jejak ini bisa sedikit mengingatnya : Gue adalah alumnus SD Blok P Keb-Baru Jakarta, lulus SMPN 12 Jakarta (Kelas 1K/2J/3F) tahun 1981, pernah sekolah di SMAN 46 Jakarta (Kelas I-20 dan 1 IPA 10), lulus SMAN 8 Jakarta tahun 1984, pernah kuliah di Sastra Rusia UNPAD Bandung angkatan 84, pernah kuliah di Fak TIF Uninus Bandung, lulus S1 di Universitas Bina Nusantara Jakarta tahun 1995, dan yang terakhir lulus S2 Jurusan Pasar Modal Universitas SAHID Jakarta tahun 2004. Sementara pengalaman karir gue adalah di PT. Airfast Indonesia (2 tahun), PT. Komselindo (4,5 tahun), dan terakhir sejak 1 Agustus 2000 di JOB Pertamina Lekom Maras, semuanya ada di Jakarta.

Sebenernya gue udah bosen dan jenuh bekerja untuk orang lain atau sebagai company man, males dengan rutinitasnya, setiap hari bangun pagi pulang sore, musti izin kalo mau ngapa-ngapin, basa basi sama bos, hormat sana hormat sini, sering kali musti makan hati, digosipin orang, dsb, dsb, yang membuat diri gue seperti burung dalam sangkar karena seluruh aktivitas dan keinginan gue dibatasi oleh sistem dan prosedur yang berlaku di perusahaan. Pokoknya sebagai company man diri kita bagaikan robot yang sudah disetting untuk melakukan apapun yang diinginkan perusahaan. Dan yang lebih parah lagi, pendapatan kita per bulan tetep segitu-gitu aja, gak pernah lebih (kecuali korupsi) tapi bisa jadi kurang kalo kena hukuman pengurangan gaji. Tapi emang sih dibalik semua kekurangan diatas masih banyak kelebihan-kelebihan dan keuntungan kalo kita bekerja sebagai orang kantoran.

Gue bercita-cita mau jadi orang bebas, punya perusahaan sendiri (walaupun cuma kecil), bisa melakukan apa aja yang gue mau, bisa pergi kemana aja kapan pun gue mau, bisa pergi liburan kapan pun gue mau, gak benci dengan hari senen, selalu available kapan pun anak dan istri membutuhkan diri gue. Gue tidak bercita-cita punya perusahaan besar dan hebat kok, yang penting usaha gue bisa mencukupi kebutuhan dasar rumah tangga dan cukup untuk biaya pendidikan anak. Salah satu contoh jenis usaha yang jadi pertimbangan gue adalah franchise toko/mini market, franchise restoran, studio fotography dan digital printing, jadi agen besar minuman dan rokok, salon dan tata rias pengantin berikut sewa baju pengantin, atau punya gedung praktek dokter lengkap (ada dokter umum, gigi, THT, kandungan, internist, jantung, paru-paru, laboratorium klinik, dll) berikut apotik buka 24 jam. Tapi kalo usaha yang terakhir ini butuh modal besar kali yeh, jadi kayanya cuma mimpi doang!

Enaknya punya usaha sendiri selain seperti yang gue sebut di atas adalah pendapatan kita bisa berapa saja tergantung maju tidaknya usaha tersebut, tidak mengenal pensiun, bisa diwariskan ke anak cucu, bisa mengatur waktu (bukan waktu yang mengatur kita), jadi bos selamanya (gak pernah turun pangkat), lebih dekat dengan keluarga (apalagi kalo usahanya ada di rumah), bisa menyalurkan hobby kapan aja, tidak pernah dimarahin orang (teman kantor, bos, atau atasan), memberi nafkah ke orang lain (pegawai kita), dll, dll. Tapi emang sih, selain keuntungan di atas tentunya ada juga kelemahan dan kerugiannya (tapi gak mau gue sebutin, pikir aja sendiri).