
Setelah pulang dari Jambore Nissan Livina Club di Sukabumi tanggal 8 Maret 2008, sore harinya gue dan Fifi pergi menuju JCC untuk nonton pertunjukan Jazz terbesar di Indonesia (dan mungkin di Asia) yaitu Java Jazz Festival 2008. Sengaja kami pergi naek taxi untuk menghindari macet terutama pas pulangnya. Karena saat itu adalah malam minggu pengunjung yang datang banyak banget membuat suasana di JCC penuh sesak. Ada puluhan artis dan selebritis lokal yang gue jumpai disana, disamping itu gue juga ketemu dengan teman-teman lama yang sudah lama tidak berjumpa. Ada 18 panggung yang disediakan panitia membuat gue bingung panggung mana yang harus gue tonton. Repotnya lagi, walaupun ini acara khusus untuk musik jazz tapi Fifi lebih suka nonton band-band pop yang memang banyak yang ikut, makanya dia lebih suka nonton Dewi Sandra, Ryan, dll dari pada musikus jazz asli yang emang diundang panitia dari Amerika dan Eropa.
Sekitar jam 20:30 kami nonton special show Manhattan Transfer, yg nonton penuh dan cantik2, praktis gue lebih suka ngelihatin cewek2 cantiknya tsb dari pada pertunjukan Manhattan Transfer yang sebagian besar lagunya kagak gue kenal sama sekali. Dasar orang kampung.... mana ngerti musik jazz... ternyata musik pop dan rock yang irama atau beatnya keras dan menyentak hati lebih gue sukai. Akhir kata gue merasa tidak enjoy malam itu karena Incognito dan Lee Ritenour yang gue incer sejak dulu tidak manggung. Gue pulang jam 23:45, sampe di rumah setelah sholat isya langsung geletak di kasur dan bangun udah jam 5:30 pagi. Capek banget man....!!!!


